Saturday, April 9, 2016

Lucah, mereka sebut kami pendosa




Lucah, mereka sebut kami pendosa

Mengendus di pusara pakis
Kami meringis
Kau tersenyum tragis

Dari pasar kembang kau ambil lajur kiri untuk belok ke girilaya
Kau kan temukan kami terlihat melipat paha
Dalam akuarium kaca kami tertawa tak tentu rimba

Lucah, mereka sebut kami pendosa
Padahal kan, Desah kau suka juga
Padahal kan, kami hanya penyemarak barbara

Tua & Muda harga kami tentu berbeda
Pun tergantung tip dari derma sahaja
Demi makan anak kami yang belia


-Seri Peraduan di Kota Pahlawan-
(/frd)