Tuesday, October 14, 2014

Wanita ini Terkantuk Cemas

1.05, diputar- putarnya telepon genggam itu, seraya menerawang tak tentu rimba. Pandangannya kosong tak bergairah. Malam itu dia memikirkan sesuatu, sesuatu yang sudah lama dia tahan untuk tidak dipikirkannya. “mungkin ini sudah waktunya” pikirnya kala itu. sesuatu yang bagi mayoritas khalayak sudah dibuka lebar-lebar, diejawantahkan menjadi berbagai warna dan gairah. Kembali dia berkutat dengan telepon genggam buluknya, dibuka kunci layar telepon gengam itu, masuk menu – keluar menu. Begitu seterusnya sampai dia bosan kemudian dia tertidur. 

Bangun-bangun dia mengumpat dalam hati “Dasar kacung introvert!!!”. Diputar-putar lagi telepon genggamnya, diletakkan, dipungutnya lagi. Kali ini dia bertekat untuk mengutarakan. Dipikir-pikir sudah 3 bulan sudah menahan diri dalam kecemasan dan ketakutan, dipanggilnya kontak –suamiku- didalam telepon genggamnya. Tak lama suara berat itupun terdengar.

-    Assalamualaikum ada apa dek?
-    Waalaikum salam mas, ini gak ada apa- apa mas baik kan?
-    Iya dek baik, Adek sendiri gimana kabarnya?
-    Baik kok mas, cuman ini, emmmm anuu
-    Apa tho, mbok ya to the point aja, ini mas mau berangkat kerja lho
-    Anu mas, aku emmmmm anu itu ......... aku positif mas.
-    Alhamdulillah, kenapa gak bilang dari tadi, kapan periksa ke dokter? Ibu udah dikabarin? Ibuku? Ibumu? Ayahku? Ayahmu? Udah tahu dari kapan? *lelaki bersuara berat itu terus memberondong istrinya tanpa ampun, tanpa memberi jeda, mungkin saking senangnya, atau juga saking antusiasnya mendengar istrinya positif*
.
.
.
.
.
Loh kok diem aja dek? Halo? Halo?
*setelah lelaki itu selesai berbicara*
-    Itu mas, aku positif HIV, bukan hamil.
.
.
.
Tuuut tuuut tuuut tuuut tuuut

(frd/)

No comments:

Post a Comment