Sunday, October 13, 2013

Puan, boleh saya melihatmu dari belakang ?



Puan, boleh saya melihatmu dari belakang ?



                Untuk waktu yang lama puan, bolehkah saya?
Tanpa menyentuhmu puan, tanpa menyapamu puan.

Puan, saya merasa beruntung jika kamu menangkapku dengan tatapanmu yang luar biasa teduh itu.
Saya juga merasa beruntung jika telingaku yang kotor ini bisa menangkap suaramu yang syahdu.
Ya, kau punya suara yang beda dengan yang lainnya. Daaaan... entah kenapa saya suka itu.

Puan, bolehkah saya memasukkanmu kedalam daftar imajinasi tingkat dewa –ku ini ?
Puan, saya bahkan tidak mengenalmu, tidak tahu namamu, tidak tahu darimana asalmu.
Puan, kamu membuat kegugupanmu berlipat ganda ketika kamu mulai menyadari kehadiranku.
(ahh... itu hanya inginku saja)

Haha... puan puan, saya memang dungu, berkenalanpun saya tidak berani.
Yang paling saya berani untuk saat ini adalah membayangkanmu dengan pasangan bahagiamu.
Kalian terlihat pas, dan saya suka itu.
Bukan, bukan... saya benar-benar berharap kalian awet.

Saya suka kamu puan.
Egois, tapi itu adanya
Saya suka kamu puan
Itu sudah.

(frd/)

No comments:

Post a Comment