Thursday, October 24, 2013

Pleidoi Kepada Tuhan

Tuhan Yang Maha Esa, Allah
yang tahu aku sebagai aku hanyalah Kamu Tuhanku
kulempar setiap laraku
kubuka kehampaanku

aku masih penasaran Tuhanku, apa aku masih bisa jatuh hati ?
aku rasa terlalu sering aku memiliki rasa yang lara
maaf Tuhanku, maaf
aku sedang berusaha
sekali lagi maaf Tuhanku

Tuhanku yang Maha pemurah untuk setiap umatnya
aku selalu takut jika ingin meminta sesuatu yang jauh dari hal kebiasaan
aku bukan siapa-siapa
aku juga tidaklah apa-apa
aku hanyalah aku

aku yang Kau pastilah tahu setiap jenkal hatiku
Tuhanku, Allah Yang Maha Pengasih
di malam yang kudus ini, aku hanya ingin.....

semoga Tuhanku, Allah Yang Maha Pemberi Rahmat
mengabulkan permintaanku
permintaanku begitu rumit, kutulispun aku tak kuat
apalagi kuungkapkan secara lantang.
terima kasih

(frd/)

Memastikan.

Kuketik namamu di kolom pencarian twitter itu
Kutemukan, kubuka profilmu

Kita tak saling follow, bukan apa-apa dan tak apa-apa
Karena kita memang tak saling kenal

Kubaca dengan seksama setiap bait twitmu
hanya untuk MEMASTIKAN, kalau kau dan pasanganmu baik-baik saja disana

(frd/)


Monday, October 21, 2013

ahh puan (malam itu)



aku tahu kalau matamu menangkap keberadaanku malam itu *semoga ini adanya*
aku juga tahu kau sedang menerka-nerka aku yang sedang berjalan didepanmu

tapi aku hanya tertunduk malu
melemparkan muka kearah yang lain
aku takut, aku tak kuasa menahan godaanmu

kemudian kudengar kau berbincang dengan rekan yang duduk disebelahmu
aku tahu itu
kau seolah mencari topik dan tak ingin diganggu dengan curian lirikku ini
suaramu yang khas.... *ah tidak, aku mulai goyah*
syahdu, lembut, teduh, entah kata apalagi yang bisa menggambarkan suaramu itu

dan ketika aku mulai menjauh dari tempatmu yang sekarang
aku mulai tertawa dalam hati
"Tuhan, inikah godaan terlaknatMu yang indah ini"

kemudian seperti yang dapat ditebak
aku mulai menulis dan melukiskan kedalam rangkaian kata yang tak dapat disebut indah ini

ahh puan, mataku bisa berkaca-kaca hanya dengan melihatmu dari jauh
ahh puan, sudikah Tuhan mempertemukan kita yang tak mungkin bertemu ini
ahh puan, ini terlalu rumit untuk dimengerti mereka yang tak memahami aku sebagai aku

ahh puan....

(frd/)

Saturday, October 19, 2013

September Tahun Ini

  September Tahun ini
Yang aku takut adalah kehilanganmu, meski itu telah lama terjadi.

Yang paling aku takut adalah aku yang tak lagi bisa menghormati aku sebagai tubuhku.

Yang paling aku takut adalah kamu yang menyiakan kebahagiaanmu.

Terima Kasih,
Gibran Ramadhan

Thursday, October 17, 2013

Pelangi Itu




Pelangi itu.....
Hitam dan putih.
Hanya manifesto kalangan borjuis yang ingin mengendalikan dunia.
*CMIIW*
Pelangi itu, indah tampaknya
Tapi tak dapat di pegang secara fisik oleh kita semua
Bukankah itu hanyalah bualan petinggi negara saja?

Pelangi itu hitam dan putih.
Hanya gelap dan terang
Gelap jika kita meyakini pelangi gelap
Terang jika kita mengamini pelagi itu terang
Saya suka pelangi, tapi saya tidak suka dengan warnanya yang hanya hitam dan putih
Terima kasih.

(frd/)

Wednesday, October 16, 2013

Sebuah Percakapan



Sebuah Percakapan.

Sepasang kekasih, terlihat pas dan mesra dalam tatapan kosong seorang pelamun ini. Canda tawa, senyum manja, menghiasi romantika mereka berdua. Dari kejauhan, masih tampak seorang pelamun kelas kakap ini masih memperhatikan indahnya dunia sepasang kekasih tersebut.

A1 : mereka tampak bahagia ya, saya suka melihat mereka bisa seperti itu.
A2 : iya, saya juga suka melihat keakraban mereka. Eh kamu yakin kamu suka melihat kebahaiaan mereka?
A1 : hahaha, entahlah mungkin akan lebih suka lagi jika dia (sembari menunjuk) bersanding bersamaku nanti.
A2 : ah kamu, tak pernah berubah, selalu mimpi saja.
A1 : apa salahnya mimpi, hanya itu yang saya punya.
A2 : iya santai, gak usah nyolot gitu ah. Kamu kenal sama dia?
A1 : enggak, .... eh.... belum
A2 : kamu mau kenal sama dia?
A1 : mau
A2 : kamu berani?
A1 : enggak, eh bukannya gitu, saya takut merusak hubungan mereka, lihat mereka begitu indah bukan?
A2 : ah kamu kayak dia mau aja sama kamu.
A1 : benar juga ya.
(percakapan dalam hati seorang pelamun handal)

(frd/)

Sunday, October 13, 2013

Puan, boleh saya melihatmu dari belakang ?



Puan, boleh saya melihatmu dari belakang ?



                Untuk waktu yang lama puan, bolehkah saya?
Tanpa menyentuhmu puan, tanpa menyapamu puan.

Puan, saya merasa beruntung jika kamu menangkapku dengan tatapanmu yang luar biasa teduh itu.
Saya juga merasa beruntung jika telingaku yang kotor ini bisa menangkap suaramu yang syahdu.
Ya, kau punya suara yang beda dengan yang lainnya. Daaaan... entah kenapa saya suka itu.

Puan, bolehkah saya memasukkanmu kedalam daftar imajinasi tingkat dewa –ku ini ?
Puan, saya bahkan tidak mengenalmu, tidak tahu namamu, tidak tahu darimana asalmu.
Puan, kamu membuat kegugupanmu berlipat ganda ketika kamu mulai menyadari kehadiranku.
(ahh... itu hanya inginku saja)

Haha... puan puan, saya memang dungu, berkenalanpun saya tidak berani.
Yang paling saya berani untuk saat ini adalah membayangkanmu dengan pasangan bahagiamu.
Kalian terlihat pas, dan saya suka itu.
Bukan, bukan... saya benar-benar berharap kalian awet.

Saya suka kamu puan.
Egois, tapi itu adanya
Saya suka kamu puan
Itu sudah.

(frd/)