Monday, August 19, 2013

Resah




Kepada bulan yang ada diseberang bumi. Entah apa yang aku resahkan malam ini, kurasa semua permasalahan sudah terselesaikan, atau paling tidak sedang diselesaikan lah. Tapi resah ini bagaikan tak bertuan, datang tanpa tahu apa yang diresahkan.

Aku ingat terakhir kali perasaan resah seperti ini setahun yang lalu ketika deadline artikel sudah mengejar, dan beberapa artikel yang siap terbit.

Ah sudahlah, apa resah ini karena kamu, manisku?. aku rasa tidak, aku tidak punya apa itu "manisku" seperti kebanyakan orang dewasa. tidak juga sayangku layaknya banyak dari teman dekatku ketika memanggil kekasihnya.

Mungkin keresahanku ini sebaiknya kubiarkan saja. Paling-paling juga seperti biasa, mengendap bagai lemak di tubuh petambun.

No comments:

Post a Comment