Friday, July 19, 2013

Surat dari pohon kepada awan




19 Juli ...
Kepada awan yang berada di seberang, tak sealipun aku bosan melihatmu
Tidak juga kala itu ketika kau menari-nari diatasku
Tak juga kau yang datang dan pergi menemuiku

Aku tak bisa mengungkapkan, karena jarak kita terlalu jauh
Takdir kita mungkin tak pernah bersatu
dedaunanku terlihat gugup ketika kau datang


Hingga ketika kau bermuram durja, kau menangis sesenggukan seperti bocah
Kau menggerutu seperti anak kecil yang ditegur ibunya untuk tidak mengeluarkan tangan di kaca mobil
Aku cuma bisa pasrah menerima tangisanmu yang tak menentu itu.

Karena aku tahu, hujanmu adalah caramu untuk mencumbuku...

5 comments: