Friday, June 28, 2013

Teruntuk Puan di Halaman



"halo nona..."
sapaku pada wanita mungil itu.
"pagi nona"
rutinku pada sesosok malaikat imut yang sedang menyulam tanpa geram di beranda rumah bergaya jengki itu.
tak ada jawaban, ahh.. sudahlah....
mungkin dia sedang sibuk dengan benang benang atau apalah itu namanya yang sedang dia pegang.
seakan benang-benang itu mengajaknya berbicara, Ia begitu tak ingin diganggu dengan kegiatannya itu.

"mungkin esok hari kucoba untuk memberanikan diri mendekatinya" batinku mulai berkecamuk.

....
hiatus....
....
dia menghilang entah kemana, kutanya beberapa orang di sekitar rumah jengki itu mereka seperti robot yang disetting untuk menjawab "maaf saya tidak tahu".

saya pasrah.

Teruntuk puan di halaman

mungkin ini hanyalah kesenangan sesaat atau apapun itu namanya
sayapun tak menyadari 
 yang saya sadari adalah puan selalu menyenangkan
untuk dilihat apalagi disapa